Tuesday, April 28, 2015

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,

مَنْ أَصَابَهُ هَمٌّ أَوْ حَزَنٌ، فَلْيَدْعُ بِهَذِهِ الْكَلِمَاتِ، يَقُوْلُ

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ الْمَغْبُوْنَ لَمَنْ غُبِنَ فِي هَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ
فَفَالَ: أَجَلْ، فَقُوْلُوْهُنَّ، وَعَلِّمُوْ هُنَّ، فَإِنَّهُ مَنْ قَالَهُنَّ الْتِمَاسَ مَا فِيْهِنَّ، أذْهَبَ الله تَعَالَى حُزْنَهُ وَأَطَالَ فَرَحَهُ
 "Barang siapa yang tertimpa duka atau kesedihan, maka hendaklah dia berdo'a dengan kalimat berikut,

'Allahumma inni 'abduka, ibnu abdika, ibnu amatika, naashiyati biyadika, maadhin fiyya hukmuka, 'adlun fiyya qadhaa'uka, as'aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka au anzhaltahu fii kitabika, au 'allamtahu ahadan lin khalqika, awista'tsarta bihi fii 'ilmil ghaibi 'indaka, antaj'alal Qur'aana nuura shadri wa rabii'a qalbi, wa jilaa'a hazni, wa dzahaaba hammi.'
'Yaa Allah, aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki, anak dari hamba-Mu yang perempuan yang berada dalam genggaman-Mu, ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu, hukum-Mu berlaku padaku, qadha-Mu kepadaku adalah adil. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang dengannya Engkau menamai Diri-Mu, Engkau turunkan kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau Engkau khususkan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, jadikanlah al-Qur'an sebagai cahaya di dadaku, hiburan hatiku, dan pelenyap duka serta kesedihanku.'


Maka seseorang berkata, 'Wahai Rasulullah, orang yang tertipu adalah orang yang tidak mengucapkan kalimat itu.' 
Beliau menjawab, 'Ya, maka ucapkanlah kalimat itu dan ajarkanlah. Karena barang siapa mengucapkannya karena mencari apa yang terdapat di dalamnya, maka Allah akan menghilangkan kesedihannya dan memperpanjang kegembiraannya.'"

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnus Sunni no. 339, dari Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu'anhu. Diriwayatkan pula oleh Ahmad (I/391).


Untuk mengusir dan menghilangkan kesedihan dari diri kita, Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam juga mengajarkan kepada kita doa berikut : 

 اللَّـــهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْحَـمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ
 وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ

Allahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wa a’uudzubika minal ’ajzi walkasali, wa a’uudzubika minal jubni wa bukhli, wa a’uudzubika min gholabatid-daini wa qohrirrijaal.

Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemahuan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud 4/353)






0 comments:

Post a Comment

About

Powered by Blogger.

Search